Semesta Sekolahku

BELAJAR ALA TEGAR DAN ZII ( I )

Belajar ala Tegar dan Zii (I)

belajar ala tegar & zii

belajar ala tegar & zii


Belajar ala Tegar dan Zii, memang banyak yang tanya-tanya. Yang mau ngejelasinnya yang bingung. Karena mungkin bagi sebagian orang kegiatan Tegar main petak umpet, main bola, main bulu tangkis, main kejar-kejaran ngga jelas di teras rumah sambil tertawa-tawa, bukanlah belajar. Apalagi kegiatan Zii yang jorok, seperti ngorek-ngorek genangan air kotor limbah kita nyuci mobil, sambil kadang membawa perahu kertas yang dia buat sendiri, atau dia ambil daun mangga yang jatuh. Dan dia akan betah berlama-lama berimajinasi dengan hanya sehelai daun mangga yang jatuh.

Atau ketika Tegar dan Zii mulai mancing semut dengan selehelai rumput. Kemudian mereka berternak semut di toples, mengamati kehidupan semut, sampai semut-semut itu berkembang biak,dan rumah jadi sarang semut bakau hitam. Atau kegiatannya yang ngukur-ngukur panjang tiga kucing kesayangannya, dan mengamati kenapa koq Key paling besar, sedangkan Kimi dan Obob lebih kurus dari Key. Mereka mengamati, bahwa Key begitu serakah. Jatah makannya dihabiskan dengan cepat, dan nantinya kalau ngga diawasi dia akan merebut jatah makan dari Kimi atau Obob.

IMG_1086

Itu hanya sebagaian contoh kecil kegiatan Tegar dan Zii sehari-hari. Tidak sedikit yang bersentuhan dengan kami sehari-hari akan bertanya, kapan sih Tegar dan Zii belajar ? Misalnya Uwa Ami, yang tinggalnya kemarin satu komplek dengan kami (sekarang sudah pindah), sempat mempertanyakan kapan Zii dan Tegar belajar ? karena yang dia lihat mereka hanya main saja.

Kalau di Tanya jadwal, kami memang sangat fleksibel mengatur jadwal mereka. Yang kami sedang terapkan dengan ketat di usia mereka saat ini adalah mendisiplinkan jadwal sholat mereka. Di usia Tegar yg sekarang 8 tahun, dan Zii 5 tahun memang belum lima waktu saya terapkan dengan ketat. Tapi mereka sudah saya wajibkan ( kalau tidak mengerjakan, wajib dituntun dan ditemani untuk mengerjakannya, dan diusahakan sesempurna mungkin sesuai kemampuan mereka). Tegar wajib dua waktu, yaitu sholat Subuh dan Maghrib. Sedangkan Zii, kami baru mewajibkan dia sholat di waktu maghrib.

Lalu, di usia Tegar yang sudah delapan tahun udah bisa apa ? Zii diusianya yang lima tahun kenal huruf ngga yaa ? hal ini banyak ditanya oleh kerabat dekat. Ini yang susah dijawab, karena ukuran yang kita pakai berbeda. Untuk sekarang ini, indicator yang kami pakai adalah olah rasa yang juga ada pada nilai-nilai yang kami yakini.

Misalnya, kami menyemai ‘ Ketauhidan’ ini yang kami utamakan. Kami menanamkan pada putra putri kami bahwa Allah dekat, sangat dekat ….dan Allah menyayangi mereka, lebih dari kami menyayangi mereka. Mereka harus jujur, karena Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan mereka harus yakin, seyakin-yakinnya Allahlah tempat mereka meminta, bergantung, berkeluh kesah dan harus mereka cintai, lebih dari mencintai apapun.

Penanaman ini, mungkin sudah berbuah bagi putra pertama kami (23 th). Banyak keajaiban yang kami rasakan. Tahadus dengan nikmat-Mu ya Allah, kejadian yang belum lama ini kami alami. Putra kami mengendarai mobil di tengah derasnya hujan. Menhindari banjir, dia lewat jalan-jalan tikus yang kurang dia kenal. Salah jalan, lalu dia mudur. Ternyata dibelakangnya ada sungai kecil yang ngga kelihatan. Dua ban belakang terperosok. Ditengah hujan yang turun dengan deras, malam hari, sekitar jam 8 malam. Suasana sepi, dia sendirian di mobil.

“Iya umi, mana gelap. Sepi banget, di daerah yang ngga abang kenal. Abang langsung berdo’a, ya Allah..tolongin ya Allah…. Eh ada orang datang. Terus ada lagi, ada lagi…abang hitung sampai 11 orang. Ada yang ngegotong balok gede banget. Terus ada kakek-kakek, yang ngasih intruksi terus sama abang,harus gini, nyetirnya gini, pokoknya abang ikutin aja, ngga lama deh mi, mobilnya berhasil keluar dari sungai itu. Aneh banget deh, abang turun mo ngasih uang 200 ribu sama mereka. Ngga ada yang mau nerima. Udah, abang langsung disuruh jalan sama mereka. Pas abang lihat spion koq orang-orang itu ngga ada. Sampai abang buka jendela, nengok lagi. Ngga ada orang, sepi banget. Langsung abang jalan, dan mobil ngga kenapa-napa. Allhamdulillah…ya Allah….” Si abang cerita panjang lebar.

“Itu kesaksian buat kamu, Allah maha dekat. Pertolongan Allah itu dekat. “ abih langsung menyuruh si abang sholat malam, dan besoknya menginfakan uang dua ratus ribu pada yang berhak menerimanya.Hal-hal seperti ini jadi hal yang utama kami tanamkan. Betapa hari-hari kami dipenuhi rasa syukur pada-Nya. Merasakan dan menjadi saksi akan Wujud-Nya yang kami rasakan begitu melindungi dan mengasihi kami.

Secara teori, mungkin Tegar dan Zii tidak hafal berapa jumlah malaikat, tugas-tugasnya. Nama-nama nabi, dan sejarahnya. Ngajipun di usia 8 tahun sekarang ini baru iqra 6. Bagi kami, yang kami dahulukan adalah bagaimana kami sekeluarga butuh dengan Allah, Sebagai mana kami butuh udara untuk bernafas. Itu yang terus kami perjuangkan.

Dan yang terpenting lagi buat kami, bagaimana kami bisa menyalakan semangatnya untuk cinta akan belajar. Cinta akan ilmu pengetahuan. Kami membangun dalam diri mereka, bahwa mempelajari sesuatu itu menyenangkan. Pada kakak-kakaknya, kami melihat hal itu telah tumbuh dan cukup berhasil. Dimana si abang jadi desain grafis, dia tekuni secara otodidak. Bagaimana dengan tekun dan cinta akan pilihan ilmunya adalah hal yang utama. Kami melihat, rasanya jika dia sudah bekerja begitu bersemangat dan tidak ada kata lelah. Kami malah yang kadang harus menegur, agar dia berisirahat dahulu.http://about.me/aif

Juga putri kami, sejak masih SMA secara otodidak ingin sekali jadi penyiar radio, dan dia mulai mencari jalannya sendiri untuk mencapai keinginannya itu. Awalnya dia mengamati, mempelajari sendiri dari internet bagaimana jadi seorang penyiar. Hasil dari langkahnya itu dia bisa magang siaran di stasiun radio swasta. Setelah lulus SMA baru dia ikut pendidikan menjadi seorang penyiar, dan berhasil jadi penyiar disebuah radio swasta yang cukup terkenal (https://twitter.com/sofwatunissa ). Kini, dia malah terus asik dengan toko onlinenya ( https://twitter.com/SOFWAWshop ). Dan menolak beberapa tawaran kerja kantoran. “Teteh maunya jadi owner ahk, malah mimpi teteh ingin bikin lapangan kerja untuk orang-orang. Biar bisa lebih manfa’at , do’akan ya mi “ jawabnya ketika aku menanyakan kenapa menolak tawaran kerja yang penuh gengsi dan gajinya menarik.
(bersambung)

5 comments on “BELAJAR ALA TEGAR DAN ZII ( I )

  1. Siti Julaeha
    January 17, 2013

    Wahh inspiratif nihh….

  2. nika
    January 29, 2013

    menunggu sambungannya..

    • semestasekolahku
      January 30, 2013

      Nika terima kasih, lagi ditulis nihh sambungannya…tungguin yaa 🙂

  3. gery guritno
    March 3, 2013

    mudah-mudahan saya bisa mengikuti jejak abi dan umi dlm mendidik anak saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 16, 2013 by .
%d bloggers like this: