Semesta Sekolahku

Cinta Tanah Air adalah fitrah

Cinta Tanah Air adalah fitrah

 

 

 Menumbuhkan rasa cinta tanah air pada diri buah hati kita, memang susah-susah gampang. Rasa cinta, bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. Kita tidak bisa mendokrin anak kita dengan sederetan pengetahuan, menghapal  rentetan sejarah tanah air, atau  juga mesterilkan buah hati kita dari pengaruh budaya luar. Agar dia cinta tanah airnya, yakni INDONESIAsemesta sekolahku.

        Rasa cinta, seperti juga rasa cinta kita pada putra putri kita adalah sesuatu yang fitrah. Telah ada dalam diri kita , dari sononya…. Bibit agung, yang sentralnya adalah rasa membutuhkan, mengagumi, dan menjadikan tempat bergantung yaitu Zat Allah itu sendiri, memberi bias yang sangat nyata. Ketika kita memelihara dengan subur cinta kita pada Tuhan, otomatis rasa cinta pada makhluk-Nyapun akan ikut menyala dalam diri kita dengan terang benderang.

        Hutan, tanah dan air yang kita pijak dan kita jadikan sarana kelangsungan hidup kita ini merupakan anugrah-Nya. Tanda kasih Sang Pencipta bagi makhluk-Nya. Tentunya harus kita syukuri , dan bersyukur pada yang menciptakan tanah, air, udara , gunung, lautan, dan semua mahkluk-Nya….

        Kesadaran ini, harus kita miliki dulu sebagai orang tua. Ucapan syukur kala pagi datang, menyambut mentari yang hangat bersinar….sejak buah hati kita dalam buaian masih dalam hitungan hari, kala dia dijemur dan bersentuhan  pertama kalinya dengan mentari, kita bisikan jiwanya dengan rasa syukur dan ucapan  “Kasih ucapan, selamat pagi Indonesia, ade hadir di Indonesia ingin jadi anak yang membuat Indonesia bangga” atau berbagai ucapan yang menimbulkan gelora cinta pada tanah air dan bangsanya.

       Seiring dengan waktu,  seiring tumbuh fisiknya yang makin besar, jiwa dan pikir  anakpun menggeliat tumbuh.Maka, peliharalah semaian bibit cinta pada Tuhannya dengan penuh rasa tanggung jawab  sebagai amanah yang akan kita pertanggung jawabkan kelak di kemudian hari. Bukan hanya diakhirat, tapi buah dari keikhlasan kita menerima amanah Allah itupun akan kita rasakan didunia yang fana ini.

        Pada akhirnya, ketika hubungan kita dan buah hati kita makin berakar dan menguat pada Tuhan, Insya Allah….segala hal yang positip akan ikut menyala dan bersinar. Tidak hanya cinta pada tanah airnya, tapi secara universal dia merasakan dirinya sebagai pengemban amanah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta .

        Fitrahnya, yang selalu berhubungan dengan Tuhannya akan menuntunnya. Seperti halnya para pahlawan kita dimasa negara kita masih terjajah. Para pahlawan bangsa kita, dengan tuntunan fitrahnya rela mengorbankan harta, bahkan raga dan jiwanya demi Indonesia MERDEKA.

        Rasa cinta tanah air yang mengalir deras dialiran darah kita dan putra putri kita akan menimbulkan keinginan untuk menjaga, membela dan mau berbuat semaksimal mungkin untuk hal yang dicintanya. Tidak ingin  melihat tanah airnya sedih dan merana. Juga akan terbangun keinginan tahunya tentang siapa yang dia cinta itu.

        Dengan rasa ingin tahu yang mengalir dari dalam jiwanya, dia akan mempelajari tentang tanah airnya. Diusia balita, atau ketika belum bisa membaca dia akan banyak bertanya  “Bunda, koq air sungainya kotor ?”  atau dia akan mulai berempati ketika melihat hal-hal yang menyentuh jiwanya. Rasanya mulai peka. Tinggal kita yang kemudian mengasahnya, memfasilitasi rasa ingin tahunya.

        Misalnya saja, kita akan melihat bagaimana antusiasnya putra kita yang berusia lima tahun melihat gambar-gambar timbul dari sebuah kaleng coklat. Seperti halnya anak ABG melihat gambar pujaan hatinya. Ada gambar Monas, Prambanan, Taman Mini yang sebenarnya samar-samar saja terlihatnya. Tapi, karena  sudah timbul rasa pedulinya dan ada rasa dia mengenal itu. Akan terlihat rasa ‘ngeh-nya’. Maka ketika usianya juga bertambah, dia mulai tertarik memperhatikan alam sekitarnya. Kadang, kita akan terkejut dengan ide-ide mereka  yang ingin berbuat sesuatu untuk lingkungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 26, 2012 by .
%d bloggers like this: