Semesta Sekolahku

Liburan di saung Pak Nana

Libur telah tiba…..libur telah tiba……hatiku gembira !….Lho Home schooling koq ributin liburan sih ? Iya sih sebenarnya, kita senang karena Abih yang libur dari ngajarnya. Waktu abih, banyak buat kita. Terutama bisa jalan-jalan, dan gantian nganter Tegar sama Zii kesana sini. Nonton Garuda di dadaku 2, dan main di Mall seharian jadi tugas Abih. Walaupun akhirnya, abih Cuma numpang tidur di dalam gedung  theatre XXI di Giant Bekasi. Yang penting , buat Tegar sama Zii seru !

Nonton film ‘garuda di dadaku ‘ memang seru. Tapi, kalau diamati mereka Cuma cerita ala kadarnya. Dan ngga lebih satu hari, udah ngga jadi trending topic lagi. Tapi, silaturahmi kita ke saungnya pak Nana, sahabatnya Abih….dalam tiga hari ini masih hangat dibicarakan oleh Tegar dan Zii. Dirasakan banyak hal yang memberi kesan mendalam bagi mereka.

Saung yang terletak di tengah hamparan sawah ini, memang terasa nyaman. Ketika berangkat dari rumah, hujan masih turun rintik-rintik, setelah semalaman Bekasi di guyur hujan deras. Rumah Pak Nana di daerah Cikarang , lumayan jauh setelah melewati Tambun, Cibitung barulah daerah Cikarang. Sesampainya disana kita disambut ramah oleh bebek-bebek yang sepertinya, girang menyambut kami (hahaha, lebay….orang pak Nana bawa makanan buat mereka )

Sayangnya kita datangnya kesiangan, jadi ngga ikut panen telur bebek yang dilakukan pa Nana setiap pagi. Melihat bebek yang rebutan makan aja, Zii sudah heboh. Kebetulan ada ayam yang sedang bertelur dan sedang mengerami telurnya. Zii ngotot untuk melihat telur sedang dierami itu, terpaksa deh Pak Nana mengangkat ayam yang sedang bertelur, dan Zii dengan semangat menghitung jumlah telur yang dierami. 7 butir. “ Wah, ntar bisa jadi banyak tuh. Anak ayamnya jadi 7, terus bertelor lagi. Sama ibunya jadi delapan ayam, bertelor ditetesin lagi. Di jual, terus ditambah sama telor bebek, dijual juga…kambingnya beranak, anaknya jadi banyak,berkembang biak, dijual juga…beli sapi deh, sapinya bisa di ambil susunya, juga bisa di jual kalau lebaran qur’ban “ Tegar berimajinasi.

Zii ngga mau kalah, “ Jangan beli sapi tau Aa Tegar, beli mobil truk aja. Nanti buat ngangkut kambing sama bebeknya ke pasar, sama buat beli makanan bebeknya…pake mobil “. Mereka terus berdiskusi dengan hangat. Masing-masing ngotot dengan idenya masing-masing.

Abih yang nampak kaget. Dia kaget melihat Tegar begitu runut dan detail berpikir. “ Nggak tau dia, itukan kegiatan Tegar setiap hari. Mainin game farm frenzy.” Bahkan Tegar sudah biasa mainin Harvest Moon, yang mengelola tanah warisan kemudian kita mengelolanya dengan bertani, berternak, dan bertani dimulai dari membeli bibit, membeli ternak punya rumah sederhana, dan lain-lain. Sampai akhirnya bisa kaya raya, walaupun ada juga diajarkan resiko jika ternak kita mati, atau ada badai…dll.

Untuk urusan game, Abih dan umi memang gaptek deh. Bahkan kadang ngga ngeh. Tapi kita selalu minta recomendasi si Abang Aif yang memang hobi juga main game. Kita juga ngga ngerti ketika abangnya cerita bahwa Tegar sudah ‘gape’ mainin game dota. Katanya sih, game itu perlu strategi yang cukup rumit buat anak umur tujuh tahun. Tegar bisa mainin game Dota punya bang Aif secara on line dan menang.

Yang mengagetkan lagi, ternyata mereka menyimak obrolan kami dengan pa Nana. Dengan lancar mereka bercerita tentang asal mula bebeknya yang Cuma dua puluh telah berhasil bertambah menjadi lima puluh lebih dalam jangka waktu setahun. Mereka juga menyimak pak Nana membeli anak-anak kambing dengan harga di bawah seratus ribu. Zii dan Tegar bisa dengan jelas membandingkan harga kambing yang kami beli ketika korban kemarin. Kami memang sempat mengajak mereka muter-muter cari hewan kurban.

Kebetulan, ngga jauh dari saung pak Nana ada sawah yang sedang panen. Abih ngga melewatkan kesempatan itu begitu saja. Tegar dan Zii terjatuh-jatuh menyusuri pematang sawah yang licin, karena hujan semalaman. Mereka malah menikmati sensasi berbecek ria dengan tawa yang lepas dan ‘jatuh nyungsrukpun’ malah tertawa-tawa. Mereka menikmati loncat-loncatan, serasa di trampoline diatas tumpukan jerami yang di tumpuk sangat tinggi. Dan menyaksikan bagaimana para petani memotong dan ‘menggebarak’ padi disawah…..

Tapi Zii sempat nangis berat ketika dia loncat-loncat dari dipan satu ke dipan yang lain, dan terjatuh. Pinggangnya terantuk dipan. “Yah, kamu sih kurang perhitungan…..” kata Abih sambil menggendong Zii. Tangisnyapun reda. “ Udah ngga sakit koq” ujarnya riang lagi. Ngga lama, kembali dia loncat-loncat lagi antara dipan satu dengan dipan yang lain. Tapi kali ini dengan keras-keras dia menghitung dulu satu, dua, tiga…sampai sepuluh, baru deh loncat.

Mungkin bagi sebagian orang hal-hal yang kami ceritakan sama sekali ngga ada istimewanya. Jalan-jalan kesawah aja koq cerita-cerita. Tapi bagi kami, ini jadi catatan penting. Karena kami melihat bagaimana mereka dapat menghubungkan pengalaman yang satu dengan pengalaman mereka yang lain. Imajinasi mereka seperti kran yang menyemburkan air yang deras, setelah mereka secara langsung melihat bebek, ayam bertelur, tambak ikan dan bermain becek-becekan di tengah sawah.

Rasa ingin tahu Zii seakan terbangkitkan. Padahal kemarin-kemarin kita sudah sering lihat-lihat e-book mengenai cara perkembang biakan unggas. Tapi setelah silaturahmi kemarin, Zii minta diceritakan lagi e-book mengenai unggas, dan banyak bertanya tentang sawah, padi, ikan dan juga mengenai rawa-rawa yang kita jumpai juga disana.

Buat kami ini tidak sederhana. Kunjungan ke saung untuk silaturahmi ini , membuat saya menyadari. Mereka ternyata telah mampu menyerap banyak , mampu menganalisa, menghubungkan pengalaman satu dengan yang lain, juga mampu melahirkan imajinasi –imajinasi yang tidak kita sangka . Dan kebetulan, sebagai orang ‘ betawi asli’ Zii dan Tegar ngga punya kampung yang ada sawahnya.
Terima kasih buat pak Nana. Semoga ngga kapok, nerima kunjungan kita berikutnya ^__^

One comment on “Liburan di saung Pak Nana

  1. Pingback: [Arisan Kata 18] Sekali Lagi, Boleh Ya? « My Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 30, 2011 by .
%d bloggers like this: